|
| Kado Spesial untuk calon Pemimpin(Capres/Cawapres) |
| Jumat, 03 Juli 2009 |
“Doa untuk Pemimpin”
Tuhanku... Bentuklah Pemimpinku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang tegar dan tabah dalam kekalahan. Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Tuhanku… Bentuklah Pemimpinku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Pemimpin yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.
Tuhanku... Aku mohon, janganlah pimpin Pemimpinku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan. Biarkan Pemimpin ku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya. Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.
Tuhanku… Berikanlah hamba seorang Pemimpin yang mengerti makna senyum bahagia tanpa melupakan makna tangis duka. Pemimpin yang berhasrat Untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau. Dan, setelah semua menjadi miliknya... Berikan dia cukup rasa bersyukur sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya.
Tuhanku... Berilah ia kerendahan hati... Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki... Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna... Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, orang yang dipimpin, dengan berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia"
*Inspirasi dari puisi “Do’a untuk Putraku” ditulis Jendral Douglas Mac Arthur pada masa-masa sulit Perang Pasifik (Perang Dunia II) untuk Putranya tercinta,yang saat itu berusia 14 tahun. |
posted by Jony Pamungkas @ 23.24   |
|
|
|
|
|
Posting Komentar